Minggu, 20 November 2011

Kisah Nabi Idris AS Melihat Surga dan Neraka


Setiap hari Malaikat Izrael dan Nabi Idris beribadah bersama. Suatu kali, sekali lagi Nabi Idris mengajukan permintaan. “Bisakah engkau membawa saya melihat surga dan neraka?”
“Wahai Nabi Allah, lagi-lagi permintaanmu aneh,” kata Izrael.
Setelah Malaikat Izrael memohon izin kepada Allah, dibawanya Nabi Idris ke tempat yang ingin dilihatnya.
“Ya Nabi Allah, mengapa ingin melihat neraka? Bahkan para Malaikat pun takut melihatnya,” kata Izrael.
“Terus terang, saya takut sekali kepada Azab Allah itu. Tapi mudah-mudahan, iman saya menjadi tebal setelah melihatnya,” Nabi Idris menjelaskan alasannya.
Waktu mereka sampai ke dekat neraka, Nabi Idris langsung pingsan. Penjaga neraka adalah Malaikat yang sangat menakutkan. Ia menyeret dan menyiksa manusia-manusia yang durhaka kepada Allah semasa hidupnya. Nabi Idris tidak sanggup menyaksikan berbagai siksaan yang mengerikan itu. Api neraka berkobar dahsyat, bunyinya bergemuruh menakutkan, tak ada pemandangan yang lebih mengerikan dibanding tempat ini.
Dengan tubuh lemas Nabi Idris meninggalkan tempat yang mengerikan itu. Kemudian Izrael membawa Nabi Idris ke surga. “Assalamu’alaikum…” kata Izrael kepada Malaikat Ridwan, Malaikat penjaga pintu surga yang sangat tampan.
Wajah Malaikat Ridwan selalu berseri-seri di hiasi senyum ramah. Siapapun akan senang memandangnya. Sikapnya amat sopan, dengan lemah lembut ia mempersilahkan para penghuni surga untuk memasuki tempat yang mulia itu.
Waktu melihat isi surga, Nabi Idris kembali nyaris pingsan karena terpesona. Semua yang ada di dalamnya begitu indah dan menakjubkan. Nabi Idris terpukau  tanpa bisa berkata-kata melihat pemandangan sangat indah di depannya. “Subhanallah, Subhanallah, Subhanallah…” ucap Nabi Idris beulang-ulang.
Nabi Idris melihat sungai-sungai yang airnya bening seperti kaca. Di pinggir sungai terdapat pohon-pohon yang batangnya terbuat dari emas dan perak. Ada juga istana-istana pualam bagi penghuni surga. Pohon buah-buahan ada disetiap penjuru. Buahnya segar, ranum dan harum.
Waktu berkeliling di sana, Nabi Idris diiringi pelayan surga. Mereka adalah para bidadari yang cantik jelita dan anak-anak muda yang amat tampan wajahnya. Mereka bertingkah laku dan berbicara dengan sopan.
Mendadak Nabi Idris ingin minum air sungai surga. “Bolehkah saya meminumnya? Airnya kelihatan sejuk dan segar sekali.”
“Silahkan minum, inilah minuman untuk penghuni surga.” Jawab Izrael. Pelayan surga datang membawakan gelas minuman berupa piala yang terbuat dari emas dan perak. Nabi Idris pun minum air itu dengan nikmat. Dia amat bersyukur bisa menikmati air minum yang begitu segar dan luar biasa enak. Tak pernah terbayangkan olehnya ada minuman selezat itu. “Alhamdulillah, Alhamdulillah, Alhamdulillah,” Nabi Idris mengucap syukur berulang-ulang.
Setelah puas melihat surga, tibalah waktunya pergi bagi Nabi Idris untuk kembali ke bumi. Tapi ia tidak mau kembali ke bumi. Hatinya sudah terpikat keindahan dan kenikmatan surga Allah.
“Saya tidak mau keluar dari surga ini, saya ingin beribadah kepada Allah sampai hari kiamat nanti,” kata Nabi Idris.
“Tuan boleh tinggal di sini setelah kiamat nanti, setelah semua amal ibadah di hisab oleh Allah, baru tuan bisa menghuni surga bersama para Nabi dan orang yang beriman lainnya,” kata Izrael.
“Tapi Allah itu Maha Pengasih, terutama kepada Nabi-Nya. Akhirnya Allah mengkaruniakan sebuah tempat yang mulia di langit, dan Nabi Idris menjadi satu-satunya Nabi yang menghuni surga tanpa mengalami kematian. Waktu diangkat ke tempat itu, Nabi Isris berusia 82 tahun.
Firman Allah:
“Dan ceritakanlah Idris di dalam Al-Qur’an. Sesungguhnya ia adalah orang yang sangat membenarkan dan seorang Nabi, dan kami telah mengangkatnya ke martabat yang tinggi.” (QS Al-Anbiya:85-86).
***
Pada saat Nabi Muhammad sedang melakukan perjalanan Isra’ Mi’raj ke langit, beliau bertemu Nabi Idris. “Siapa orang ini? Tanya Nabi Muhammad kepada Jibril yang mendampinginya waktu itu.
“Inilah Idris,” jawab Jibril. Nabi Muhammad mendapat penjelasan Allah tentang Idris dalam Al-Qur’an Surat Al-Anbiya ayat 85 dan 86, serta Surat Maryam ayat 56 dan 57.

 SUMBER :
http://www.sufiz.com/kisah-nabi/kisah-nabi-idris-as-melihat-surga-dan-neraka-3.html

Minggu, 06 November 2011

Sektor Informal Di Lingkungan


Kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda. Itu tampaknya nyata terjadi pada tiga sekawan Rahmat, Haris, dan Hakim. Dari bisnis awal menjual bakso yang tidak berjalan dengan baik, kini usaha Es Pocong yang dilakoni tiga sekawan itu melegenda di Depok.

"Awalnya jualan bakso. tapi sepi. Waktu itu di daerah Kelapa Dua. Akhirnya kita berpikir ingin menjual sesuatu yang unik. Dan terpikirlah nama Es Pocong itu," ungkap Staf Operasional Es Pocong Bonni Angila saat ditemui okezone di kedainya yang berlokasi di Kober, Jalan Margonda Raya, Depok belum lama ini.

Nama Es Pocong sendiri sebenarnya diambil secara tidak sengaja. Nama tersebut makin terasa lebih cocok tatkala lokasi baru yang dijadikan untuk memulai usaha berada wilayah Kober. Kober merupakan sebutan untuk Tempat Pemakaman Umum (TPU). Sehingga semakin mantaplah dalam menciptakan berbagai menu dengan nama-nama yang terkesan seram dan menakutkan.



Coba saja lihat deretan menu yang disajikan. Ada mie ronggeng, yaitu sejenis mie goreng namun dengan racikan bumbu yang sedikit istimewa. Kemudian ada kentang goreng yang diberi nama jenglot, mendoan iblis, nasi uduk tuyul karena ukurannya yang mini, serta yang tidak kalah menyeramkan adalah sate mayat.

"Untuk sate mayat itu ada telur puyuh, usus, ati-ampela, sosis. Pokoknya isinya mayat ayam. Memang yang belum pernah tahu akan ketawa-tawa. Padahal ini serem lho," jelasnya berkelakar.

Omzet dari penjualan makanan tersebut memang cukup menggiurkan. Untuk hari biasa, bisa menghasilkan hingga Rp2,5 juta per hari. Belum lagi akhir pekan yang bisa naik hingga dua kali lipat atau sama dengan Rp5 juta per hari. Keuntungan bersihnya memang hanya 30 persennya saja, setelah dipotong biaya sewa, gaji karyawan dan lain sebagainya.

Per harinya, kedai ini bisa menjual hingga 700-800 buah tempe mendoan. Sedangkan untuk Es Pocong mencapai 400 porsi per hari. Belum lagi dengan menu makanan dan minuman yang lainnya. "Dulu pas awal-awal mendoan bisa habis 1.000-1.200 buah per hari. Tapi sejak ada menu baru yang muncul, cuma laku 700-800-an per hari untuk tempe mendoannya saja," jelasnya.

Diceritakannya, modal awal untuk memulai usaha ini hanya dengan dana sekira Rp10 juta. Usaha yang dimulai pada 19 Juni 2006 silam tersebut memang tidak langsung sesukses sekarang. Dikatakannya, awal mula pernah hanya menghasilkan Rp100 ribu per hari.

Selanjutnya, setiap usaha tentunya tidak luput dari kesulitan. hal tersebut juga dialami oleh pengelolanya. Kendala yang paling mendasar adalah masalah tempat dan cuaca. Untuk masalah tempat, kedai yang saat ini dibuka belum sesuai dengan konsep awal. Di mana konsep awal adalah outdoor. Fungsi outdoor yang dimaksud adalah lokasi untuk pembeli berada di luar, sehingga menciptakan tempat yang nyaman.

"Untuk kendala yang lain adalah saat musim hujan. Kalau musim hujan kan kondisi cuaca tahu sendiri seperti apa. Jadi itu agak sepi. Tidak terlalu ramai. Untung masih ada menu yang lain seperti tempe mendoan itu," katanya.

Saat ini, Es Pocong sendiri telah membuka cabang sebanyak 35 kedai baik dalam maupun luar kota. Di antaranya Solo, Medan, Manado, Belitung, Serang, Malang, dan beberapa kota lain. Sementara itu, untuk kedai yang terletak di Margonda, Depok sudah mempekerjakan sebanyak 12 orang karyawan dari yang awalnya hanya berjumlah dua orang.

Untuk terus mempertahankan keaslian dari makanan dan minuman tersebut, sejak 2008, khususnya untuk Es Pocong dan mendoan telah terdaftar di Hak Atas Kekayaan Inteletual (HAKI). Hal tersebut untuk menjaga keaslian serta merek paten dari makanan dan minuman tersebut.

Selain nama makanan yang disebut diatas, ada pula nama minuman yang tidak kalah unik sperti es setan merah, black magic, jelangkung, kolor ijo, hantu laut sundel bolong dan masih banyak yang lainnya. "Penasaran tidak apa-apa, asal jangan gentayangan," tutupnya.(wdi)
SUMBER :
http://idegilabisnis.blogspot.com/2011/04/seramnya- omzet-es-pocong-hingga-jutaan.html

MENGAPA INDONESIA BELUM BISA BERKEMBANG PESAT DALAM KOPERASI ??



Koperasi merupakan badan usaha bersama yang bertumpu pada prinsip ekonomi kerakyatan yang berdasarkan atas asas kekeluargaan.
. Namun, sebuah fenomena yang cukup dilematis ketika ternyata koperasi dengan berbagai kelebihannya ternyata sangat sulit berkembang di Indonesia. Koperasi bagaikan mati suri dalam 15 tahun terakhir.
. Berbagai paket program bantuan dari pemerintah seperti kredit program: KKop, Kredit Usaha Tani (KUT), pengalihan saham (satu persen) dari perusahaan besar ke Koperasi, skim program KUK dari bank dan Kredit Ketahanan Pangan (KKP) yang merupakan kredit komersial dari perbankan, Permodalan Nasional Madani (PNM), terus mengalir untuk memberdayakan gerakan ekonomi kerakyatan ini, ini adalah upaya pemerintah untuk memberdayakan Koperas iyang seolah tidak pernah habis

A. Permasalahan Internal
*Kebanyakan pengurus koperasi telah lanjut usia
 *Pengurus koperasi juga tokoh dalam masyarakat, sehingga “rangkap jabatan”
* ketidakpercayaan anggota koperasi
* terbatasnya dana maka tidak dilakukan usaha pemeliharaan fasilitas
* Administrasi kegiatan-kegiatan belum memenuhi standar
* anggota kurang solidaritas untuk berkoperasi
* Dengan modal usaha yang relatif kecil maka volume usaha terbatas

B. Permasalahan eksternal
* Bertambahnya persaingan dari badan usaha yang lain
* Karena dicabutnya fasilitas-fasilitas tertentu koperasi tidak dapat lagi menjalankan usahanya dengan baik
* Kurangnya Promosi dan Sosialisasi
* Kesadaran Masyarakat Untuk Berkoperasi Masih Lemah
* Harga Barang di Koperasi Lebih Mahal Dibandingkan Harga Pasar
* Sulitnya Anggota Untuk Keluar dari Koperasi
*  Kurang Adanya Keterpaduan dan Konsistensi
* Kurang Dirasakan Peran dan Manfaat Koperasi Bagi Anggota dan Masyarakat



SUMBER :












Profil Moh.hatta Dan Latar Belakang Moh.Hatta Mendirikan Koperasi


Profil H.Mohammad Hatta

Nama Lengkap
H. Mohammad Hatta
Nama akrab
Bung Hatta
Tanggal lahir
12 Agustus 1902
Tempat lahir
Sumatera Barat
Wafat
Jakarta, 14 Maret 1980
Istri
Rahmi Rachim
Pendidikan
Pendidikan dasar  Sekolah Melayu
Europeesche Lagere School
MULO
Sekolah Tinggi Dagang "Prins Hendrik School
Nederland Handelshogeschool (universitas Erasmus)
Jabatan Tertinggi
Wakil Presiden pertama
Penghargaan
Pahlawan Nasional
Bapak Koperasi Indonesia
Doktor Honoriscausa Fak Hukum Universitas Gadjah Mada
Proklamator Indonesia
The Founding Father’s of Indonesia
Aktivitas Organisasi
Jong Sumatranen Bond
Perhimpunan Hindia
Liga Menentang Imperialisme
Club Pendidikan Nasional Indonesia
Partai Nasional Indonesia



Bung Hatta adalah salah seorang dari beribu pahlawan yang pernah memperjuangkan kemerdekaan dan kemajuan Indonesia. Bung Hatta telah menjadi begitu dekat dengan hati rakyat Indonesia karena perjuangan dan sifatnya yang begitu merakyat.

Secara historis, koperasi secara kelembagaan lahir pada awal abad ke-19 sebagai reaksi terhadap sistem liberalisasi ekonomi yang pada waktu sekelompok kecil pemilik modal menguasai (mengeksploitasi) kehidupan masyarakat.  Dalam hal ini, kata koperasi (cooperation) dan rakyat (people) tidak dapat dipisahkan. Raiffisen misalnya, yang menjadi Walikota Heddesdorf, Jerman pada tahun 1864 mendirikan people’s bank (koperasi kredit) yang ditujukan membantu petani yang sangat sengsara hidupnya sehingga tidak sampai jatuh ke tangan pemeras  lintah darat.Koperasi konsumsi Rochdale di Inggris, tahun 1844, juga sering diangkat menjadi contoh klasik bagaimana 27 laki-laki dan seorang perempuan buruh pabrik tenun menggalang kekuatan menghadapi cekikan harga-harga pokok yang sangat mahal saat itu.
Singkatnya, berkoperasi melawan praktik eksploitasi.
Bung Hatta tentu paham benar akan hal tersebut, yakni pentingnya koperasi dalam menghadapi penindasan. Tetapi yang jauh lebih penting dari koperasi adalah jiwanya, bukan semata-mata tujuan daripada berkoperasi. Dengan kata lain, koperasi sebagai suatu semangat, karena seperti kata Bertrand Russell, esensi kehidupan adalah berkoperasi.
Periode Tahun 1950-1956
Selama menjadi Wakil Presiden, Bung Hatta tetap aktif memberikan ceramah-ceramah di berbagai lembaga pendidikan tinggi. Dia juga tetap menulis berbagai karangan dan buku-buku ilmiah di bidang ekonomi dan koperasi. Dia juga aktif membimbing gerakan koperasi untuk melaksanakan cita-cita dalam konsepsi ekonominya. Tanggal 12 Juli 1951, Bung Hatta mengucapkan pidato radio untuk menyambut Hari Koperasi di Indonesia. Karena besamya aktivitas Bung Hatta dalam gerakan koperasi, maka pada tanggal 17 Juli 1953 dia diangkat sebagai Bapak Koperasi Indonesia pada Kongres Koperasi Indonesia di Bandung. Pikiran-pikiran Bung Hatta mengenai koperasi antara lain dituangkan dalam bukunya yang berjudul Membangun Koperasi dan Koperasi Membangun (1971).Bung Hatta dalam buku Membangun Koperasi dan Koperasi Membangun mengkategorikan social capital ke dalam 7 nilai sebagai spirit koperasi. Pertama, kebenaran untuk menggerakkan kepercayaan (trust). Kedua, keadilan dalam usaha bersama. Ketiga, kebaikan dan kejujuran mencapai perbaikan. Keempat, tanggung jawab dalam individualitas dan solidaritas. Kelima, paham yang sehat, cerdas, dan tegas. Keenam, kemauan menolong diri sendiri serta menggerakkan keswasembadaan dan otoaktiva. Ketujuh, kesetiaan dalam kekeluargaan
Implementasi ketujuh nilai yang menjiwai kepribadian koperasi versi Hatta, dituangkan dalam tujuh prinsip operasional koperasi secara internal dan eksternal. Ketujuh prinsip operasional itu adalah; Pertama, keanggotaan sukarela dan terbuka. Kedua, pengendalian oleh anggota secara demokratis. Ketiga, partisipasi ekonomis anggota. Keempat, otonomi dan kebebasan. Kelima, pendidikan, pelatihan dan informasi. Keenam, kerjasama antar koperasi. Ketujuh, kepedulian terhadap komunitas.jadi inilah sebab bung hatta mendirikan koprasi.


SUMBER:

http://www.theindonesianinstitute.org/tpjuly0903.htm